Tren Kunjungan Peserta JKN ke RS Turun Selama Ramadan

BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan tren kunjungan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke rumah sakit mengalami penurunan selama Ramadan.

Meski belum ada angka pasti mengenai hal tersebut, namun dia memastikan bahwa kunjungan peserta ke rumah sakit mengalami penurunan. Adapun penurunan semacam ini terjadi hampir setiap momen Ramadan seperti yang terjadi pada tahun 2022.

“Berdasarkan yang dulu, apalagi ini ada pandemi Covid-19, jelas turun. Angkanya belum ada. Tapi pasti turun. Cuma jumlah uangnya yang tahun ini bisa naik karena kita menaikkan tarif,” kata dia dalam Konferensi Pers Mudik Aman Berkesan Bersama BPJS Kesehatan, Kamis (6/4/2023).

Di samping menaikkan tarif, jelas dia, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi fasilitas kesehatan yang ingin bekerja sama. BPJS Kesehatan juga meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan (faskes) bagi peserta JKN.

“Jadi, meski trennya turun, tapi lebih banyak karena kami buka kerja sama baru banyak sekali,” jelas dia.

Adapun kerja sama tersebut dilakukan tidak hanya dengan rumah sakit-rumah sakit baru, melainkan rumah sakit mitra yang mengembangkan pusat kesehatan. Sebagai contoh, pusat kesehatan jantung, pusat kesehatan kanker, dan sebagainya.

Diketahui pada 2022, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.730 faskes tingkat pertama dan 2.963 faskes rujukan tingkat lanjutan.

Sementara itu, BPJS Kesehatan melaporkan peserta JKN hingga 31 Desember 2022 mencapai 248,77 juta jiwa atau setara dengan 90,73% dari seluruh penduduk Indonesia yang tercatat sebanyak 274,20 juta jiwa.

Adapun saat ini aset bersih dana jaminan sosial milik BPJS Kesehatan dalam kondisi surplus dengan jumlah mencapai Rp 56,51 triliun pada akhir 2022. Dana tersebut terbilang sehat karena dinilai dapat membiayai estimasi pembayaran klaim selama 5,98 bulan ke depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*