Raksasa Amerika Kembaran Grab-Gojek PHK 1.000 Orang Per Bulan

Lyft

Raksasa ride hailing asal Amerika Serikat (AS) Lyft kembali melakukan PHK karyawan setelah lima bulan. Secara total hampir 5.000 orang telah terdampak kebijakan tersebut.

Putaran PHK kali ini diumumkan oleh CEO Lyft, David Risher. Dia mengungkapkan perusahaannya akan secara signifikan memangkas pekerjaan kali ini, namun Lyft menolak memberikan perincian soal jumlah staf yang terkena kebijakan tersebut.

Namun laporan https://lahan-duit.site/ Wall Street Journal menyebutkan langkah PHK kali ini akan berdampak pada 30% karyawan Lyft atau sekitar 4.000 Karyawan. Laporan itu menyatakan setelah PHK, Lyft bisa melihat biaya dipangkas setengahnya, dikutip NY Post, Rabu (26/4/2023).

PHK kali ini terjadi setelah Lyft melakukan hal serupa pada bulan November lalu. Saat itu perusahaan memecat 683 orang karyawan atau 13% dari total seluruhnya.

Pemangkasan karyawan saat itu dengan alasan memotong biaya. Selain juga untuk mengatasi persaingan dengan raksasa ride hailing lainnya, Uber Technologies.

PHK lebih dari sekali bukan hanya terjadi pada Lyft. Sebelumnya Meta, induk perusahaan dari Facebook, juga memutuskan kebijakan yang sama.

Pengumuman PHK kedua ini terjadi awal bulan lalu berjumlah 10 ribu. Kebijakan itu berselang empat bulan saat Meta memecat 11 ribu atau 13 pegawainya.

Shopee juga harus mengalami PHK berkali-kali. Awal Maret lalu, perusahaan mengumumkan kebijakan itu yang tercatat untuk ketiga kalinya.

CEO Sea Group, induk perusahaan Shopee, Forrest Li memastikan jika PHK tersebut yang terakhir kali. Menurutnya, perusahaan telah melewati periode krisis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*